“Kapal Hantu” Mitos atau Realita

"Kapal Hantu” Mitos atau Realita
Penemuan “Boat Hantu”

Kapal Hantu. Bukan hanya kita yang mempercayai adanya mitos. Suatu hal yang tidak nampak juga kerap jadi perbincangan seluruh dunia. Irlandia baru, baru-baru ini ditemukan kapal yang terdampar ditinggalkan begitu saja. Mitos tersebut sering dipercayai dan dianggap nyata dalam perdebatan.

Lebih banyak mereka yang menyebutnya Kapal Hantu adalah kapal yang ditemukan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan pemilik atau awaknya. Fenomena ini sering dijumpai di dunia nyata. Bukan hanya di kisah dongen dan serial TV.

Fakta Kapal Hantu

Kapal hantu yang sering disebut dalam perbincangan membuat peneliti ikut bertindak. Peneliti pakar profesor Emeritus Sejarah Mediterania di Universitas Cambridge. David Abulafia yang menyebutkan Fenomena Hapal Hantu yang sering muncul baru baru ini bukan kejadian yang sering dilakukan perompak yang mengambil kru kapal untuk menjadikan budak dalam kapal. ada yang dibunuh dan ada yang dihanyutkan ke laut. semua itudibutis olehnya dalam “The Boundless Sea: A Human History of the Oceans”

Mitos Kapal Hantu

Sering menjadi perdebatan. sering menjadi kepercayaan bahwa kapal yang sudah tidak ada penghuni adalah kapal yang mengangkut kru dengan cara yang tidak masuk akal. cerita bertebaran mengenai Kapal hantu yang membawai kru kapal yang tanpa terlihat, dan kapal yang jalan dengan sendirinya. Bahkan kapal hantu yang sudah lama tenggelam akan muncul kembali di hari tertentu dan hanya beberapa orang yang melihatnya. berikut contohnya, Kapal yang dianggap berhantu; Lady Lovibond dan The Flying Dutchman.

Lady Lovibond

Kapal dengan nama Lady Lovibond. Dia mengalamai kerusakan parah di Kent, Inggris. Kapal yang mengalami kecelakaan pada Februari 1748 tersebut muncul kembali setiap 50 tahun kemudian. Tetapi hanya beberapa orang yang melihat kesaksian munculnya kapal tersebut. tanpa adanya bukti fakta yang mendukung peristiwa kecelakaan dan kejadian tersebut. sehingga masih muncullah mitos tersebut.

Flying Dutchman

Kapal Hantu The Flying Dutchman. Kisah kapal hantu ini masih mempunyai hubungan erat dengan tanah Jawa. Kisah ini bermula dari kapten belanda yang menyusuri lautan hingga samudra. Cerita Kapal hantu inilah yang paling terkenal.

Kapten asal Belanda, Bernard Fokke. Perjalananya yang menyusuri dunia hingga menuju Pulau Jawa. Berikut mitos yang beredar tentang Flying Dutchman.

Dongeng Flying Dutchman

Kapten Fokke yang berlayar ke Pulau Jawa mengalami gunacangan pada kapalnya. Kapten mengatakan bahwa dirinya tidak akan menghentikan pelayaran dan akan terus melawan badai demi sampai di tempat tujuannya. Apabila ada yang tidak setuju, Kapten bersumpah semua kru kapal beserta kapten awak kapal akan dikutuk selamanya.

Badai semakin menggoncangkan kapal dengan begitu hebat dan akhirnya kapal tersebut terhantam dan seluruh awal kapal termasuk sang kapten tidak bisa melanjutkan pelayaran. dan pada akhirnya kutukan dari kapten terjadi jasad seumur hidup bersama dengan kapal tersebut.

Mitos yang beredar The Flying Dutchman dipercaya. Dia mendapatkan kutukan akan berlayar ke tujuh samudera hingga akhir zaman nanti. Misteri dari kapal hantu ini pun cukup banyak menginspirasi para seniman hingga menghasilkan berbagai karya, mulai dari cerita horor, lukisan, film, serta pertunjukan opera.

Kecepatan Iblis

Perjalanan jarak jauh dari ujung eropa ke Pulau Jawa merupakan perjalanan laut yang sangat jauh, yang pastinya tidak bisa ditempuh dengan waktu jangka pendek. dengan kecepatan layar yang saat itu semua kapal menggunakan layar yang menjadikan kecurigaan kapal The Flying Dutchman ini mendapatkan bantuan iblis untuk melakukan pelayaran.

Kutukan bagi yang melihat

Mitor beredar apabila yang melihat kapal mitos tersebut ditakdirkan untuk berlayar selamanya dan menjadi bagian kru kapal. hal itu akan menjadi momok bagi para pelaut yang pernah milihatnya.

Meski demikian, di tengah pelayarannya tiba-tiba muncul cuaca buruk hingga mengakibatkan kapal menjadi oleng. Seorang awak kapal pun meminta kepada sang kapten agar pelayaran dihentikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *